Suatu hari lahir seorang anak dari keluarga yang sederhana di Kota Kecil. Menambah kebahagian di setiap sisi dan sudut rumah tersebut dan termasuk ke dua saudara kandungnya. Anak tersebut bernama Regian, dia lahir dan tinggal dari kota yang sehat, bersih dan masih sedikit penduduknya. Semenjak kecil dia sudah diajarkan oleh orang tuanya untuk pintar-pintar memilih teman, hal itu tertanam dipikirannya sampai dia tumbuh dan keluarganya juga bukan keluarga yang bisa mnghabiskan uang hanya untuk berjalan-jalan ataupun berliburan. Walaupun begitu, dia anak yang ceria dan sedikit penakut yang membuatnya mudah menangis tetapi tetap tidak kehilangan keceriaannya, cukup pandai di Sekolah buktinya selalu masuk 10 besar dari kelasnya tetapi suatu hari dia merasa sedikit demi sedikit teman-teman yang dari kecil bermain dengannya menjauh dan membedakannya yang membuatnya termenung dan berfikir akan perbuatan teman-temannya. Akhirnya dia memutuskan untuk tidak boleh menangis karena hal kecil ataupun dia merasa sedih yang membuat dia tidak merasakan asinnya air mata dan bagaiamana dia menangis, seolah-olah dia menjadi seseorang yang tegar dengan menutupi kekurangannya hingga dia tumbuh.
Setelah kejadian itu, di Sekolah dia hanya murid yang pendiam dan taat akan aturan. bahkan saat di rumah, dia tidak keluar untuk main seperti anak yang lain melainkan dia dirumah untuk belajar, membantu orang tuanya atau main games dan dia hanya keluar rumah untuk main 1 kali dalam sebulan atau saat dia merasa jenuh. Dia melakukan hal tersebut karena beberapa kali dia pernah ikut main bersama teman dirumahnya saat itu, dia terkejut akan rasa ingin tahu dan permainan temannya bukan untuk usianya saat itu, pergaulan pun semakin luas dihadapannya untuk lebih pintar untuk bergaul. Karena dia tahu semakin kedepan kota kecil ini akan jadi ramai dan akan berubah menjadi kota yang dikenal banyak orang untuk pindah ke kotanya. Beberapa tahun sudah berlalu selama di Sekolah Dasar, saat dia sudah duduk di kelas 6. Rasa Sombong datang dari hati dan pikirannya membuat dia melupakan kejadian yang dulu terjadi, dia tidak menjadi anak yang pendiam lagi tetapi anak yang banyak bicara, terlalu sibuk main dan teman-temannya juga sudah mulai banyak tetapi kesalahan terjadi saat ujian terakhir untuk menentukan kelulusannya, tujuan dia setelah lulus untuk masuk ke salah 1 SMP Negeri terbaik di Kota tersebut kandas begitu saja.
Karena hasil dari Ujian tersebut dia mendapatkan nilai minimal untuk syarat kelulusan, rasa terpukul akan hasil yang dia terima membuatnya tersadar akan kesalahannya, sedangkan orangtuanya tidak bisa melakukan apapun untuk membantunya masuk ke sekolah tersebut hanya bisa memberikan doa dan dukungan termasuk kedua kakaknya. Akhirnya dia memilih untuk masuk ke SMP Swasta yang cukup jauh dari rumahnya, dia masuk kesana bareng dengan anak dari adik ibunya, saat itu di dia cukup senang karena ada teman yang bisa bareng dengannya tetapi itu tidak tahan lama sampai pertengahan semester ke dua, mereka sibuk dengan urusannya masing-masing. Saat di SMP dia memilih untuk diam dan taat akan peraturah sekolah, teman-teman banyak berdatangan kala itu. Kehidupannya ramai dikelilingnya, membuat dia senang karena memiliki teman yang banyak dan percaya mereka teman yang baik, yang tidak akan merusak dia. Beberapa bulan selama di SMP kelas 1, dia melihat seorang wanita cantik yang ketika ia lihat wajahnya dan dengar suaranya membuat dia merasa berbeda seperti rasa senang dan saat disampingnya kebiasaan diamnya hilang karena wanita itu membuat mulutnya selalu menjawab semua pembicaraannya. Wanita tersebut bernama Lucy, dia tidak sekelas dengan Regian.
Saat itu, regian hanya seperti air yang mengalir mengikuti aliran saja dan semua informasi di dapatkan dari temannya. Selama di kelas 1, dia hanya seperti itu saja Diam jika teman yang lain ajak ngobrol tapi ketika dengan lucy dia seperti anak yang baru bisa bicara. Saat kenaikan kelas semua teman-temannya semakin ramai dan kompak dengan regian, saat itu dia tidak memperhatikan dengan teliti. Di kelas 2, semuanya sudah mulai akrab 1 per 1 tetapi tidak disangka ternyata lucy berada di kelas yang sama, setelah 6 bulan di kelas 2 regian makin akrab dengan lucy tetapi kesalahan terjadi setelah ulangtahun lucy sekolah di gegerkan bahwa lucy sudah memiliki pacar dan saat itu juga regian mencari tahu siapa pria yang mendahulukan dia untuk merebut hati lucy. Kenyataan tidak dapat dipungkiri, ternyata temannya dulu yang mencarikan semua informasi untuk regian yang telah merebut lucy darinya dan setelah itu dia mencoba untuk diam saat ketemu dengan lucy, karena semuanya telah berubah dan teman regian itu, menjauh dari regian dan begitu juga dengan regian. Perasaan sakit dari hatinya karena telah ditipu dan dibodohi oleh temannya, beberapa minggu dari kejadian tersebut Regian sedang berada di rumahnya dan berkumpul bersama dengan keluarganya, pembicaraan dari a sampai z dibicarakan saat itu tetapi ada 1 perkataan dari ibunya yang membekas dihatinya dan pikirannya, keesokan hari saat masuk kelas regian hanya ngumpul dengan teman-temannya dan seperti biasanya. Mendekati kenaikan kelas, dia belajar lebih giat lagi untuk mendapatkan hasil yang baik, saat hari ujian kenaikan kelas semua temannya seperti biasa lebih ramai dari sebelumnya dan kali ini memperhatikan temannya, baru beberapa hari mengikuti ujian dan pulang bareng bersama temannya ada 1 ucapan dan candaan yang membuatnya seperti orang bodoh yang dimanfaatkan tetapi saat itu dia tidak memikirkannya tetapi setelah ujian selesai semua temannya tidak seramai saat ujian, 1 per 1 menghilang dan saat itu dia sadar ternyata dia hanya dimanfaatkan teman-temannya, betapa terkejutnya dia saat memastikan hal tersebut dan saat itu dia merasa tidak dapat mempercayai mereka.
Saat dikelas 3, dia dengan lucy tidak sekelas lagi tetapi sekelas dengan pacarnya dan selama di kelas 3 dia hanya benar-benar diam, tidak dapat mempercayai teman-temannya dan dia menolak semua ajakan temannya untuk main. Semakin mendekati kelulusan masalah dengan lucy semakin kompleks karena tingkah dari pacarnya membuat dia cemburu dan teman-temannya bikin dia cemburu. Mendekati ujian kelulusan, masalah itu tetap ada dan semakin memana tetepi dia rasa lucy hanya melihatnnya, betapa sedihnya regian saat itu tetapi setelah ujian kelulusan selesai, dihari esoknya regian datang kesekolah untuk menunggu informasi selanjutnya, karena sudah tidak ada lagi kegiatan. Saat itu regian sedang duduk dibawah pohon sambil baca buku, tiba-tiba ada seseorang yang menghalangi sinar matahari dan ketika ia lihat seorang wanita yang taka sing berada didepannya. Kemudian dia bergegas untuk berdiri dan ternyata lucy mengajaknya duduk kembali, saat itu regian hanya diam saja mendengarkan lucy yang bicara tetapi pembicaraan semakin tidak kearah dan dia yakin lucy ingin mengucapkan sesuatu yang ingin sekali dia ucapkan tetapi regian tidak ingin mendengarkannya, tiba-tiba mulutnya berbicara secara refleks pertanyaan yang ada didalam hatinya yang begita lama dia pendam dan saat itu wajahnya regian melihat kelangit, setelah selesai bicara wajahnya mencoba untuk menatap wajah lucy. Lucy pun terkejut saat itu, mereka berdua hanya bisa melihat wajahnya masing-masing dan terdiam, beberapa menit kemudian lucy mulai bicara dengan suara yang dia coba untuk paksakan. Rasa penyesalanpun datang ke regian, karena wanita yang sebenarnya di cintai mencintainya juga, perasaan terkejut saat itu dan lucy pun setelah bicara tersebut dia pergi meninggalkan regian.
Perasaannya regian saat itu ingin sekali dia menangis, tetapi dia merasa heran tak satu tetes air mata membasahi pipinya, begitu lama dia tidak merasakan asinnya air mata dan rasanya menangis dan dia hanya tersenyum saja. Setelah beberapa minggu dari hari itu, ucapan lucy tetap teriang dikupingnya saat itu dan ternyata saat dia ke sekolah, kabar baru beredar dengan cepat bahwa lucy sudah putus dari pacarnya. To be Countinue…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar